Saturday, May 9, 2020

Realita Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar di Era Milenial 4.0

Realita Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar di Era Milenial 4.0

 

Mabrorotul Maghfiroh

20170701052035

azroh.lovers@gmail.com

 

Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Institut Agama Islam Negeri Madura


Dengan melemahnya penanaman nilai-nilai karakter pada anak didik sejak sekolah dasar akan berimbas pada penyimpangan perilaku dan nilai kemanusiaan pada perkembangan anak berikutnya. Pada era milenial ini kesadaran orang tua dan guru akan pentingnya suatu pendidikan yang berkualitas bagi anak-anaknya semakin meningkat, sekolah yang berkualitas semakin dicari dan sekolah yang mutunya rendah semakin ditinggalkan. Pendidikan sangat berperan dalam hal ini untuk mengembangkan aspek kepribadian manusia yang mencakup kepribadian individu yang berkarakter baik.

Nilai-nilai yang berkembang saat ini menuntut kesiapan setiap anak bangsa dalam membangun kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dan IMTAQ yang dilandasi oleh nilai-nilai karakter adalah bangsa yang mampu bersaing dengan negara lain.

Era milenial sekarang ini berbeda dengan era sebelumnya, dimana menuntut kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi derasnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis internet online. Pada era milenial ini setiap siswa dihadapkan kepada tantangan digitalisasi ilmu pengetahuan yang bersumber tidak hanya dari guru, melainkan dari internet dan kecanggihan teknologi digital. Dengan demikian, siswa sekolah dasar tidak akan lepas dari pengaruh dan dampak kemajuan teknologi yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Mengahdapi kondisi nyata seperti ini, maka dibutuhkan kesiapan berbagai pihak agar kemajuan teknologi tidak berdampak negatif terhadap masa depan anak-anak.

Perkembangan teknologi akhir-akhir ini dirasakan begitu pesat, namun di sisi lain guru dan orang tua merasa ketakutan jika anak hidup dalam ketidak teraturan dan bebas nilai. Pendidikan nilai karakter bagi anak sekolah dasar menjadi sangat penting untuk ditanamkan oleh guru di sekolah dan di rumah oleh setiap orang tua siswa.

Belakangan ini prestasi intelektual anak-anak Indonesia mengalami peningka-tan cukup baik dengan banyaknya prestasi di berbagai olimpiade sains internasional, namun kemunduran justru terjadi pada aspek lain yang amat penting, yaitu aspek moral. Kemunduran pada aspek ini menyebabkan krisis pendidikan akhlak dalam dunia pendidikan, sehingga dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat menahan laju kemerosoton akhlak yang terus terjadi. Keberadaan media berbasis online turut berpengaruh dalam perubahan pandangan hidup dan perilaku siswa peserta didik dan generasi muda pada umumnya, pengguna internet di tanah air didominasi oleh generasi muda  khusus kalangan pelajar di Indonesia dengan kelompok usia 10-14 tahun.

Melihat beberapa kasus pelanggaran akhlak yang terjadi pada peserta didik, tampak jelas tidak tertanamnya dengan baik mana akhlak yang mesti dijadikan karakter dan mana akhlak yang terlarang. Padahal seseorang akan dikatakan memiliki iman yang benar dan sesuai syariat Islam jika ia memiliki karakter akhlak yang baik. Jadi, akhlak yang baik merupakan tanda kesempurnaan iman. Jika pendidikan akhlak dibangun berdasarkan worldview yang benar, metode yang tepat, dan praktik yang integral pada setiap proses pendidikannya, maka bangunan karakter anak didik akan mudah terbentuk, khususnya di lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter adalah sebuah proses atau usaha untuk membentuk perilaku peserta didik yang tercermin dalam kata, sikap, perbuatan berdasarkan nilai, norma, dan moral luhur melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan. Kementrian Pendidikan Nasional telah merumuskan 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang akan ditanamkan pada diri peserta didik sebagai upaya membangun karakter bangsa. Nilai-nilai karakater yang dimaksud adalah, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat / komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Penerapan pendidikan karakter memerlukan pendeka-tan personal secara terus menerus dari semua guru, konselor, maupun orang tua di rumah.

Fakta dari rendahnya nilai prososial di kalangan siswa perlu mendapat perhatian serius khususnya dalam konteks bimbingan dan konseling di sekolah yang semuanya memberi implikasi kepada program bimbingan konseling sekolah yang lebih antisipatif dan preventif. Bimbingan dan konseling bagi siswa yang memiliki sikap prososial rendah sangat perlu diberikan pemberian layanan konseling, hal ini adalah suatu upaya untuk mengurangi dan mencegah budaya anti sosial di kalangan siswa.

Guru BK atau konselor dalam menjalankan tugasnya memiliki kekuatan sekaligus kelemahan, perihal tersebut merupakan sebuah tantangan.Kekuatan yang dimiliki oleh Guru BK adalah kekuatan dalam menguasai segala ilmu bimbingan konseling dengan teknik atau terapi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada siswa baik secara teoritis maupunpraktis.

Seorang pendidik yang bijaksana, akan mencari metode alternative yang lebih efektif dengan menerapkan dasar-dasar pendidikan yang berpengaruh dalam mempersiapkan anak secara mental dan moral, saintikal, spiritual, dan etos sosial, sehingga anak dapat mencapai kematangan yang sempurna, memiliki wawasan yang luas dan berkepribadian integral. Menurut Abdullah Nasih Ulwan metode tersebut di antaranya: Pertama, keteladanan, salah satu metode pendidikan yang dianggap besar pengaruhnya terhadap keberhasilan proses belajar mengajar adalah metode pendidikan dengan keteladanan.

Yang dimaksud metode keteladanan di sini yaitu suatu metode pendidikan dengan cara memberikan contoh yang baik kepada para peserta didik, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan. Keteladanan dalam pendidikan merupakan bagian dari sejumlah metode paling efektif dalam mempersiapkan dan membentuk anak secara moral, spiritual, dan sosial. Kedua, pembiasaan, pembiasaan dalam pendidikan anak sangat penting, terutama dalam pembentukan kepribadian, akhlak dan agama. Karena dengan pembiasaan-pembiasaan agama, akan masuk unsur-unsur positif dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Semakin banyak pengalaman agama yang didapatnya melalui pembiasaan itu, akan semakin banyak unsur agama dalam pribadinya dan semakin mudah anak memahami ajaran agama.

Pendidikan memang harus mampu menghadapi tantangan Zaman, karena itu peran sekolah dalam membina karakter anak-anak menjadi sangat penting. Pengetahuan, keterampilan, dan moralitas yang tinggi menjadi pondasi yang kuat bagi setiap anak dalam menjalani kehidupannya. Dengan pendampingan dan pendidikan yang tepat maka mereka akan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan zamannya. Tidak heran jika pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang harus dijalankan setiap institusi pendidikan.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, yaitu faktor keluarga (orang tua), sekolah, dan lingkungan. Pertama, keluarga, keluarga merupakan lingkungan pertama anak mendapat pendidikan. Begitu pula kepribadian anak dibentuk pertama kali di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, orang tua dan seluruh keluarga harus memberikan pendidikan dan pengarahan ke pengembangan potensi dan fitrah anak. Pada dasarnya, seorang anak belajar banyak hal hanya dengan berada dekat orang tuanya dan melihat apa yang mereka kerjakan.

Hal yang harus diketahui dan dipahahami orang tua dalam mendidik anak di era 4.0. yaitu: Pertama, menjaga komunikasi dengan baik, anak-anak lebih sering berinteraksi dengan teknologi dari pada dengan orang tua. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merubah cara berfikir dan berprilaku orang tua, misalnya untuk membuat anak tidak rewel maka orang tua akan memberikan gadger kepada anak maka anak akan lebih leluasa untuk mengakses informasi-informasi tanpa pengawasan dari orang tua. Kedua, mengetahuai trend yang digandrungi anak agar tahu cara memfilternya, orang tua tidak bisa melarang anak untuk tidak menggunakan teknologi di era 4.0 ini, hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan orang tua adalah selalu mendampingi anak dalam menggunakan gadget agar orang tua tau apa yang dan dapat memfilter konten-konten yang dapat membahayakan bagi anak.

Kedua, sekolah, sekolah merupakan lingkungan kedua yang bisa mempengaruhi perkembangan anak. Yang berperan dalam pendidikan anak di sekolah adalah guru/pendidik. Dimana guru diberi tanggung jawab untuk melanjutkan pendidikan anak dari orang tua/keluarga. Ketika anak sudah masuk di lingkungan sekolah, maka ia dianggap sudah bisa berfikir dan diharapkan mampu menerima pelajaran dari gurunya. Pelajaran yang disampaikan oleh guru diharapkan mampu membangun dan mengembangkan potensi anak sesuai dengan kebutuhan zaman.

Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar merupakan fondasi yang amat penting dalam membangun kepribadian baik di masa perkembangan maupun untuk masa depannya. Guru di sekolah merupakan teladan karakter baik yang dapat dicontoh oleh anak sekolah dasar. Karakter guru yang baik dalam bersikap, berperilaku, bertutur kata dalam berinteraksi dengan anak akan diteladani oleh anak didiknya. Jika karakter guru buruk dalam bersikap, berperilaku, bertutur kata dengan anak didiknya maka anak akan mencontoh karakter buruk tersebut, sebab karakter tidak hanya diajarkan melainkan ditumbuhkembangkan melalui pembiasaan baik dan keteladanan dari orang dewasa (guru).

Pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar di abad 21 era milenial ini menjadi sangat penting ditumbuhkem-bangkan pada anak sekolah dasar. Guru sebagai teladan yang baik dalam menumbuhkembangkan pendidikan karak-ter akan lebih efektif apabila ditopang dengan pendekatan dan media teknologi dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak sekolah dasar. Inilah tantangan baru bagi guru di era milenial dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai model pendidikan karakter bagi anak agar dapat diteladani.

Ketiga, lingkungan, lingkungan dimana anak itu tinggal dan dibesarkan. Sebagai orang tua yang bijak, maka ia harus mempertimbangkan lingkungan dimana anak tinggal dan dibesarkan. Karena lingkungan yang baik akan berpotensi membentuk karakter yang baik ke anak. Dan sebaliknya, lingkungan yang buruk bisa berpotensi membentuk karakter yang buruk pula.

Pada abad 21 di era milenial ini peran guru tidaklah satusatunya sumber ilmu pengetahuan bagi siswa, namun media dan informasi teknologi memainkan peran baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan anak-anak. Siswa sekolah dasar dapat belajar dengan baik dan senang mengikutinya, jika metode dan media pembelajaran yang diterima oleh anak bervariasi dengan didukung oleh teknologi. Pendidikan memang harus mampu menghadapi tantangan Zaman, karena itu peran sekolah dalam membina karakter anak-anak menjadi sangat penting.

Pengetahuan, keterampilan, dan moralitas yang tinggi menjadi pondasi yang kuat bagi setiap anak dalam menjalani kehidupannya. Dengan pendampingan dan pendidikan yang tepat maka mereka akan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan zamannya. Era milenial 4.0 tidak hanya menyediakan peluang, tetapi juga memunculkan tantangan bagi generasi milenial. Tantangan yang paling dekat adalah kepada anggota keluarga khususnya orang tua. Di era milenial ini, orang tua ditantang untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara mendidik anak. Karena, berbeda generasi maka berbeda pula cara mendidiknya.


 

DAFTAR PUSTAKA

Akhsania, Khayatun Nufus. 2018. Pendidikan karakter prososial di era milenial dengan Pendekatan Konseling Realitas. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling). Vol. 2 No. 1 Hal.  228-233

Ambarsari, Rika Yuni. 2019. Pendidikan Anak Di Era Milenial. Proceedings of the National Seminar on Women's Gait in sports towards a healthy lifestyle. Vol. No.

Juwita, Dwi Runjani. 2018. Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Di Era Millennial. At-Tajdid : Jurnal Ilmu Tarbiyah. vol. 7 No. 2.

Murfiah, Uum. 2018. Implementasi Pendidikan Karakter  Pada  Anak Sekolah Dasar Di Era Milenial. Seminar Nasional Pendidikan Dasar (Sepeda). Vol. No. Hal

Putri, Dini Palupi. 2018. Pendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar di Era Digital. Ar-Riayah: Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 2 No. 1.

Umroh, Ida Latifatul. 2019. Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Sejak Dini Secara Islami Di Era Milenial  4.0. TaLim : Jurnal Studi Pendidikan Islam. Vol.2 No.2


Popular Posts

My Curriculum Vitae