Tuesday, March 31, 2020

Keterampilan Jurnalistik


"Masa Depan Berita Online dan Berita Offline"

Saat ini jurnalistik online sudah tidak asing lagi. Teknologi kertas semakin terdepak oleh teknologi internet. Berbagai perusahaan pers gulung tikar, entah di dalam negeri maupun luar negeri. Lantas mereka mengalihkannya bisnisnya ke media online karena dinilai lebih cepat, ramah lingkungan serta hemat. Implikasinya, kejayaan surat kabar dan media lain berbasis kertas semakin tergeser oleh keberadaan media online berbasis internet.
Dan terbukti, kini internet telah menyulap industri konvensional, menjadi industri berbasis digital. Salah satunya industri media massa. Hingga kini media massa tetap diyakini sebagai alat paling ampuh dalam mempengaruhi opini publik. Industri media cetak, media elektronik serta media online yang terus berkembang pesat dewasa ini, menegaskan bisnis media massa merupakan bisnis yang banyak digemari pengusaha. Trennya sekarang, ekspansi media massa konvensional menuju media online berbasiskan internet semakin semarak.
Mayoritas penduduk Indonesia sudah memanfaatkan media online dan media offline sudah bergeser jauh. Dengan optimalinya penggunaan media online dan menjadikan setiap orang menjadi jurnalis online dan atau citizen journalism akan mempercepat pembangunan nasional.
Secara konseptual, antara media massa cetak dan online memiliki kesamaan dalam hal manajemen redaksi. Tidak ada perbedaan mencolok sistem manajemen redaksi media cetak dan online. Hanya jika mau dibedakan, media online tidak membutuhkan tenaga distributor dan ongkos cetak sebagaimana surat kabar, majalah dan tabloid. Sehingga pihak manajemen redaksi media massa online tidak membutuhkan ongkos produksi dalam jumlah besar. Media massa online hanya membutuhkan sarana jaringan internet dan server.
Ketika terjadi kesalahan pemberitaan, media online bisa langsung melakukan ralat/revisi (pembenaran) secepat mungkin, berbeda dengan media cetak yang harus menunggu terbitan edisi berikutnya. Di samping proses tayang yang cepat, media online juga memiliki keunggulan dalam memaparkan berita secara lengkap dan tuntas. Kelebihannya, setiap pembaca media online bisa langsung memberikan respon balik (tanggapan, sanggahan maupun komentar) terhadap setiap produk berita jurnalistik yang ditayangkan melalui media online.
Dengan demikian, jurnalisme online yang mengandalkan teknologi internet, pada satu sisi menjadi keunggulan luar biasa, tetapi sekaligus menimbulkan ancaman besar. Sebab di samping jurnalisme online itu bersifat praktis, murah serta ramah lingkungan hidup, namun pada aspek lain menimbulkan ancaman berbagai kejahatan dunia maya (siber) dan bencana moral (seperti bahaya pornografi). Hal inilah yang menjadi tantangan para praktisi jurnalisme online dalam berkarya nyata, untuk melahirkan produk atau karya jurnalistik yang semakin mencerdaskan publik.

By: Mabrorotul Maghfiroh (26 Maret 2020)


Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

-Aghfi-


Klik link di bawah ini, untuk mendownload dokumen format docx
https://drive.google.com/open?id=1nBP2JFO6q04LCh8fkmqWEp4RndCjaLqH

Wednesday, March 18, 2020

Manajemen Media Jurnalistik (Cetak)


MANAJEMEN MEDIA JURNALISTIK (CETAK)


Mabrorotul Maghfiroh
mabrorotulmaghfiroh.blogspot.com


Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Institut Agama Islam Negeri Madura


Abstrak
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi informasi dan komunikasi, media massa tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia, karena media massa, baik cetak maupun elektronik sudah menjadi kebutuhan hidup. Mulai dari masyarakat kota hingga pedesaan memanfaatkan media massa untuk berbagai keperluan. Melalui media massa, masyarakat minimal mendapatkan beragam hiburan dan informasi terbaru tentang berbagai hal yang terjadi di berbagai belahan dunia. Meskipun terjadi pengecualian, ada masyarakat yang belum menikmati media massa, mungkin hanya bagi masyarakat suku terasing saja. Setiap manusia memiliki kebutuhan informasi yang berbeda–beda. Kebutuhan akan informasi tersebut bisa terpenuhi ketika mereka mengonsumsi media yang menyajikan informasi seputar kebutuhan mereka tersebut. Masyarakat sebagai konsumen pers, sangat selektif memilih informasi. Menurut Djuroto. “Jika penyajian pers tidak sesuai dengan kebutuhannya, jangankan untuk membaca, membeli pun tidak. Minat baca masyarakat terhadap suatu produk pers sangat berpengaruh terhadap kehidupan pers itu sendiri.” Untuk itu, masing–masing personil di bidang redaksi harus memiliki rasa tanggung jawab, peran dan tujuan yang sama terhadap perusahaan. Sehingga, manajemen redaksi bisa menciptakan suasana kerja yang tertata dan terorganisir. Agar mengetahui lebih lanjut artikel konseptual ini akan membahas tentang Manajemen Media Jurnalitistik.
Kata Kunci: Manajemen Media Jurnalistik, Media Jurnalistik

Abstract
Along with the development of the age and information and communication technology, mass media can no longer be separated from human life, because mass media, both print and electronic has become a necessity of life. Ranging from urban to rural communities using mass media for various purposes. Through the mass media, people at least get a variety of entertainment and the latest information about various things happening in various parts of the world. Although there are exceptions, there are people who have not enjoyed the mass media, maybe only for isolated tribal people. Every human being has different information needs. The need for that information can be fulfilled when they consume media that present information about their needs. The public as press consumers, are very selective in choosing information. According to Djuroto. "If the presentation of the press does not meet his needs, let alone reading, not buying. Public interest in reading a press product is very influential on the life of the press itself. " For this reason, each personnel in the editorial field must have the same sense of responsibility, role and purpose for the company. Thus, editorial management can create an organized and organized working atmosphere. In order to find out more this conceptual article will discuss Media Management Journalism.
Keyword: Media Management Juournalism, Media Journalism.




A.   Manajemen Media Cetak
Pengaturan atau biasa disebut manajemen sangat di perlukan oleh perusahaan atau organisasi pers. Manajemen dapat membantu memaksimalkan kinerja untuk mencapai suatu tujuan. Salah satu satunya dalam organisasi pers visual (media cetak). Manajemen media cetak dapat dilihat dari beberapa hal berikut:

1.      Struktur Organisasi Pers Media Cetak

Secara umum manajemen media cetak terbagi atas dua bagian besar yakni bagian redaksi dan bagian perusahaan. Bagian redaksi membawahi semua semua kegiatan yang berhubungan dengan produk, yakni berita, mulai dari perencanaan peliputan, pencarian berita, pengolahan data, perancangan halaman dan layout. Sedangkan bagian perusahaan membawahi segala kegiatan terkait pemasaran produk, produksi, promosi, sirkulasi, iklan, pengelolaan SDM, berbagai perjanjian kerjasama, dan sebagainya. Semua kegiatan baik pada bagian redaksi maupun perusahaan, dipimpin oleh seorang pemimpin umum.
Pemimpin umum bertanggung jawab menjalankan organisasi perusahaan secara keseluruhan, memegang otoritas tertinggi dari seluruh kegiatan yang ada di dalam perusahaan, membawahi semua unit, baik yang ada di dalam lingkup keredaksian maupun perusahaan, namun pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
a.      Bagian Redaksi
Pemimpin redaksi (pemred) merupakan puncak tertinggi dibagian ini. Pemimpin redaksi bertugas menjalankan organisasi keredaksian sehari-hari dan melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya. Selain itu, pada kondisi tertentu pemred dapat melakukan fungsinya sebagai wartawan dengan komposisi yang disesuaikan. Pemimpin redaksi bertanggung jawab kepada pimpinan umum. Dalam melaksanakan tugasnya Pemimpin redaksi dibantu oleh:

1)      Redaktur Pelaksana
Bertanggung jawab atas kegiatan operasional redaksi sehari-hari. Membawahi dan mengoordinasikan kegiatan beberapa unit menajerial di bawahnya. Menjabarkan dan mengawasi pelaksanaan konsep media yang telah digariskan dalam perencanaan peliputan, penulisan hingga penyajiannya. Menyusun rencana kerja redaksi per empat bulan, enam bulan, dan atau per tahun. Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan tenaga di redaksi.
Menyelenggarakan rapat evaluasi di antara beberapa unit manajerial yang dibawahinya, setidaknya sekali dalam seminggu, atau sebulan atau dalam batas waktu yang disepakati. Pada kondisi tertentu, tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan. Melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya. Bertanggung jawab pada pemimpin redaksi.
2)      Sekretaris Redaksi
Selain semua unit kerja tadi, Salah satu unit kerja yang tak kalah penting adalah sekretaris redaksi. Ia bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, pengembangan dan keuangan redaksi. Ia juga bertanggung jawab atas pengadaan tenaga di redaksi serta sarana pendukungnya. Ia pula yang menyelenggarakan kegiatan monitoring prestasi wartawan serta membuat evaluasi hasil kerja wartawan/koresponden.
Namun, di samping serangkaian tugas berat tadi, sekretaris redaksi juga bertugas menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan baik di dalam maupun di luar redaksi pada pemred dan redpel. Ia bertugas mengatur, menyelenggarakan dan menghadiri rapat-rapat redaksi. Menangani administrasi agenda keredaksian dan perencanaan peliputan, serta bertanggung jawab pada pemred dan redpel.
3)      Koordinator Peliputan dan Manajer Produksi
Secara garis komando, koordinator peliputan berada setingkat dengan manajer produksi. Keduanya bertanggung jawab pada redaktur pelaksana. Koordinator peliputan membawahi redaktur dan wartawan. Sementara redaktur, membawahi wartawan, baik itu wartawan tulis maupun wartawan foto.
Manajer produksi adalah penguasa tertinggi pada saat produksi. Pada saat itu, ia membawahi pengelola halaman, para editor, layouter, dan tenaga pracetak. Ia juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dibuat akan laku di pasaran, sekaligus aman. 
4)      Redaktur
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan.
Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.
5)      Wartawan
Wartawan ini terdiri dari reporter, fotografer, koresponden (wartawan daerah) dan contributor (penyumbang naskah). Wartawan ini tidak di batasi dengan itu saja tetapi juga pimred, redaktur pelaksana dapat melakukan tugas wartawan selain menjabat tugas yang lain di perusahaan mereka.
6)      Bidang Pendukung Redaksi
Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi serta bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
b.      Bagian Perusahaan
Secara umum, pemimpin perusahaan bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaan, terutama dari sisi finansial. Ia juga bertanggung jawab atas ketersediaan dan terpeliharannya sumber daya. Menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya, terus berkoordinasi dengan pemimpin redaksi dalam menjalankan kegiatannya yang berhubungan dengan keredaksian, bertanggung jawab pada pemimpin umum. Pemimpin perusahaan dibantu oleh unit kerja sebagai berikut:
1)      Manajer Umum
Terkait rumah tangga perusahaan, seorang pemimpin perusahaan dibantu oleh menejer umum. Ia bertanggung jawab dalam mengurusi pengadaan dan pemeliharaan barang, merchandise, dan sebagainya. Dalam melaksanakan tugasnya, ia berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
2)      Manajer PSDM
Untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber daya manusia, pemimpin perusahaan dibantu oleh seorang manajer PSDM (pengembangan sumber daya manusia). Menejer ini bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan SDM. Bertanggung jawab mengatur masalah rekruitmen, penilaian dan penghentian karyawan, mengatur kebijakan libur, cuti, sakit, dan sebagainya. Dalam melaksanakan tugasnya, ia berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
3)      Manajer Iklan
Seorang manajer iklan, yang bertugas membuat berbagai terobosan, yang intinya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor yang dikendalikannya. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang menejer iklan wajib berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing. Manajer iklan bertanggung jawab dengan iklan eksternal yaitu iklan yang akan dipasang oleh konsumen disuatu koran lokal.
4)      Manajer Promosi
Terkait masalah promosi, pemimpin perusahaan juga dibantu oleh seorang menejer. Menejer promosi ini bertanggung jawab membuat berbagai terobosan yang intinya dapat meningkatkan citra produk dan perusahaan, yang pada akhirnya dapat mendongkrak pemasukan baik dari sisi iklam maupun penjualan. Dan seperti yang lain, dalam melaksanakan tugasnya, menejer promosi wajib berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing. Manajer proposi bertanggung jawab untuk kegiatan promosi perusahaan seperti iklan, publisitas, spanduk logo dan lain-lain untuk membesarkan nama koran lokan tersebut dan membangkitkan kepercayaan publik.
5)      Manajer Sirkulasi
Tugas penting lainnya yang dibebankan pada pemimpin perusahaan adalah masalah sirkulasi. Karena itu, untuk hal tersebut pemimpin perusahaan dibantu seorang menejer yang bertanggung jawab atas penyebaran dan penjualan produk. Menejer ini harus mampu membuat berbagai terobosan hingga produknya benar-benar tersebar di pasaran dan terjual baik di tingkat eceran maupun pelanggan. Sementara dalam melaksanakan tugasnya, menejer tersebut tetap harus berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
6)      Sekretaris Perusahaan
Bagian yang juga tak kalah penting harus ada adalah sekretaris perusahaan. Melalui dirinya serangkaian surat-surat masuk dan keluar, melalui dirinyalah semua rapat-rapat terkait perusahaan terkoordinasi dan terselenggara dengan baik. Ia juga menjalankan fungsi-fungsi public relation, dan melakukan beragam terobosan dengan tujuan menciptakan kenyamanan komunikasi, baik antara karyawan dengan karyawan, karyawan dengan atasan, atau antara perusahaan dan pihak lain.

      B.   Manajemen Redaksional Media Cetak

Manajemen  redaksional  adalah  proses  pengelolaan  materi  pemberitaan  melalui tahap-tahap  perencanaan,  pengorganisasian,  penggerakan,  dan pengawasan, yang mencakup proses peliputan, penulisan, sampai pada penyuntingan (editing).
1.      Perencanaan
Tahap perencanaan adalah untuk menentukan isi berita esok hari dan membahas berita-berita yang perlu ditindaklanjuti.
Proses pencarian dan penciptaan berita biasanya dimulai diruang redaksi melalui rapat proyeksi atau rapat perencanaan berita. Hal ini perlu dilakukan karena berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Contoh nyata dari perencanaan adalah salah satu koran lokal yaitu Manado Post yang melakukan rapat redaksi tiga kali seminggu yaitu senin, kamis dan saptu. Senin adalah rapat untuk perencanaan selama seminggu dan rapat kamis untuk evaluasi tengah minggu dan rapat sabtu untuk edisi minggu dan perencanaan minggu selanjutnya.
Setiap berita yang ditampilkan di koran lokal ini selalau melalui rapat dan persetujuan dari pimpinan redaksi sehinga menghasilkan berita yang terkontrol serta tidak menyalahi aturan dari manajemen mereka sendiri.
2.      Pengorganisasian
Tahap ini merupakan  penyusunan  struktur  organisasi  dan  pembagian  tugas pekerjaan  serta  penempatan  orang  berikut  jabatannya  di  dalam struktur  organisasi.
Pada  proses  redaksional  terdapat staffing yang  berfungsi  untuk  melaksanakan  aktifitas  redaksional atau  menempatkan  orang-orang  yang terlibat  langsung ke  dala m  unit  kerja  bidang  redaksional,  yang  merupakan  fungsi vital  karena  menyangkut  ‘sang  pelaksana’.
3.      Penggerakan
Tahap penggerakan adalah aktivitas yang menggerakan orang-orang untuk menghasilkan produk jurnalistik. Tahap penggerakan meliputi:
a.       Peliputan : proses mencari berita (news hunting) atau meliput bahan berita dengan teknik reportase, wawancara, dan riset kepustakaan.
b.      Penulisan : menggunakan teknik melaporkan (to report) yang merujuk pada pola piramida terbalik dan mengacu pada 5W+1H.
c.       Penyuntingan : proses memperbaiki atau menyempurnakan tulisan supaya lebih logis, mudah dipahami, dan tidak rancu, serta tetap memperhatikan fakta dan data agar terjaga keakuratannya.
4.      Pengawasan
Tahap ini untuk mmengetahui apakah pelaksanaan kerja telah sesuai dengan rencana semula atau tidak. Tahap ini sangat penting untuk menjaga apakah rubric yang dibuat tidak keluar jalur dan kaidah jurnalistik.
Sturktur manajemendi setiap media cetak berbeda satu sama lain tergantung dengan kebijakan dan peraturan dari suatu media cetak. Media cetak A berbeda dengan media cetak B. Selain itu manajemen dari koran berbeda dengan manajemen tabloid dan majalah karena sasaran pasar sama tapi tujan pemberitaan berbeda karena itu, setiap manajemen media cetak menyesuaikan sessuai isi atau kotenten berita serta peratuan dan kebijakan perusahaan masing-masing.




Klik link di bawah ini jika anda ingin mengunduh versi Word (docx):
https://drive.google.com/open?id=1wmT8cuxWuHAHGGzl8WzFBRjkQZ5ffC6n



Terima kasih.


-Aghfi-

Popular Posts

My Curriculum Vitae