MANAJEMEN MEDIA JURNALISTIK (CETAK)
Mabrorotul Maghfiroh
mabrorotulmaghfiroh.blogspot.com
Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Institut Agama Islam Negeri Madura
Abstrak
Seiring
berkembangnya zaman dan teknologi informasi dan komunikasi, media massa tidak
bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia, karena media massa, baik cetak
maupun elektronik sudah menjadi kebutuhan hidup. Mulai dari masyarakat kota
hingga pedesaan memanfaatkan media massa untuk berbagai keperluan. Melalui
media massa, masyarakat minimal mendapatkan beragam hiburan dan informasi
terbaru tentang berbagai hal yang terjadi di berbagai belahan dunia. Meskipun
terjadi pengecualian, ada masyarakat yang belum menikmati media massa, mungkin
hanya bagi masyarakat suku terasing saja. Setiap manusia memiliki kebutuhan
informasi yang berbeda–beda. Kebutuhan akan informasi tersebut bisa terpenuhi
ketika mereka mengonsumsi media yang menyajikan informasi seputar kebutuhan
mereka tersebut. Masyarakat sebagai konsumen pers, sangat selektif memilih
informasi. Menurut Djuroto. “Jika penyajian pers tidak sesuai dengan
kebutuhannya, jangankan untuk membaca, membeli pun tidak. Minat baca masyarakat
terhadap suatu produk pers sangat berpengaruh terhadap kehidupan pers itu
sendiri.” Untuk itu, masing–masing personil di bidang redaksi harus memiliki
rasa tanggung jawab, peran dan tujuan yang sama terhadap perusahaan. Sehingga,
manajemen redaksi bisa menciptakan suasana kerja yang tertata dan terorganisir.
Agar mengetahui lebih lanjut artikel konseptual ini akan membahas tentang
Manajemen Media Jurnalitistik.
Kata
Kunci: Manajemen Media Jurnalistik,
Media Jurnalistik
Abstract
Along
with the development of the age and information and communication technology,
mass media can no longer be separated from human life, because mass media, both
print and electronic has become a necessity of life. Ranging from urban to
rural communities using mass media for various purposes. Through the mass
media, people at least get a variety of entertainment and the latest
information about various things happening in various parts of the world.
Although there are exceptions, there are people who have not enjoyed the mass
media, maybe only for isolated tribal people. Every human being has different
information needs. The need for that information can be fulfilled when they
consume media that present information about their needs. The public as press
consumers, are very selective in choosing information. According to Djuroto.
"If the presentation of the press does not meet his needs, let alone
reading, not buying. Public interest in reading a press product is very
influential on the life of the press itself. " For this reason, each
personnel in the editorial field must have the same sense of responsibility,
role and purpose for the company. Thus, editorial management can create an
organized and organized working atmosphere. In order to find out more this
conceptual article will discuss Media Management Journalism.
Keyword: Media Management Juournalism, Media Journalism.
A. Manajemen Media Cetak
Pengaturan atau biasa disebut manajemen sangat di perlukan oleh
perusahaan atau organisasi pers. Manajemen dapat membantu memaksimalkan kinerja
untuk mencapai suatu tujuan. Salah satu satunya dalam organisasi pers visual
(media cetak). Manajemen media cetak dapat dilihat dari beberapa hal berikut:
1.
Struktur Organisasi Pers Media Cetak
Secara umum manajemen media cetak terbagi atas dua bagian besar
yakni bagian redaksi dan bagian perusahaan. Bagian redaksi membawahi semua
semua kegiatan yang berhubungan dengan produk, yakni berita, mulai dari
perencanaan peliputan, pencarian berita, pengolahan data, perancangan halaman
dan layout. Sedangkan bagian perusahaan membawahi segala kegiatan terkait
pemasaran produk, produksi, promosi, sirkulasi, iklan, pengelolaan SDM,
berbagai perjanjian kerjasama, dan sebagainya. Semua kegiatan baik pada bagian
redaksi maupun perusahaan, dipimpin oleh seorang pemimpin umum.
Pemimpin umum bertanggung jawab menjalankan organisasi perusahaan
secara keseluruhan, memegang otoritas tertinggi dari seluruh kegiatan yang ada
di dalam perusahaan, membawahi semua unit, baik yang ada di dalam lingkup
keredaksian maupun perusahaan, namun pada kondisi tertentu tetap menjalankan
fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
a.
Bagian Redaksi
Pemimpin redaksi (pemred) merupakan puncak tertinggi dibagian ini.
Pemimpin redaksi bertugas menjalankan organisasi keredaksian sehari-hari dan
melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya. Selain itu,
pada kondisi tertentu pemred dapat melakukan fungsinya sebagai wartawan dengan
komposisi yang disesuaikan. Pemimpin redaksi bertanggung jawab kepada pimpinan
umum. Dalam melaksanakan tugasnya Pemimpin redaksi dibantu oleh:
1)
Redaktur Pelaksana
Bertanggung jawab atas kegiatan operasional redaksi sehari-hari.
Membawahi dan mengoordinasikan kegiatan beberapa unit menajerial di bawahnya.
Menjabarkan dan mengawasi pelaksanaan konsep media yang telah digariskan dalam
perencanaan peliputan, penulisan hingga penyajiannya. Menyusun rencana kerja
redaksi per empat bulan, enam bulan, dan atau per tahun. Bertanggung jawab atas
perencanaan dan pengembangan tenaga di redaksi.
Menyelenggarakan rapat evaluasi di antara beberapa unit manajerial
yang dibawahinya, setidaknya sekali dalam seminggu, atau sebulan atau dalam
batas waktu yang disepakati. Pada kondisi tertentu, tetap menjalankan fungsi
kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan. Melakukan pengawasan dan pembinaan
pada unit kerja di bawahnya. Bertanggung jawab pada pemimpin redaksi.
2)
Sekretaris Redaksi
Selain semua unit kerja tadi, Salah satu unit kerja yang tak kalah
penting adalah sekretaris redaksi. Ia bertanggung jawab atas perencanaan,
pengadaan, pengembangan dan keuangan redaksi. Ia juga bertanggung jawab atas
pengadaan tenaga di redaksi serta sarana pendukungnya. Ia pula yang
menyelenggarakan kegiatan monitoring prestasi wartawan serta membuat evaluasi
hasil kerja wartawan/koresponden.
Namun, di samping serangkaian tugas berat tadi, sekretaris redaksi
juga bertugas menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan baik di dalam
maupun di luar redaksi pada pemred dan redpel. Ia bertugas mengatur,
menyelenggarakan dan menghadiri rapat-rapat redaksi. Menangani administrasi
agenda keredaksian dan perencanaan peliputan, serta bertanggung jawab pada
pemred dan redpel.
3)
Koordinator Peliputan dan Manajer Produksi
Secara garis komando, koordinator peliputan berada setingkat dengan
manajer produksi. Keduanya bertanggung jawab pada redaktur pelaksana. Koordinator
peliputan membawahi redaktur dan wartawan. Sementara redaktur, membawahi
wartawan, baik itu wartawan tulis maupun wartawan foto.
Manajer produksi adalah penguasa tertinggi pada saat produksi. Pada
saat itu, ia membawahi pengelola halaman, para editor, layouter, dan tenaga
pracetak. Ia juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dibuat
akan laku di pasaran, sekaligus aman.
4)
Redaktur
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu.
Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas
penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan.
Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor),
Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi
rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu
rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.
5)
Wartawan
Wartawan ini terdiri dari reporter, fotografer, koresponden
(wartawan daerah) dan contributor (penyumbang naskah). Wartawan ini tidak di batasi dengan itu saja
tetapi juga pimred, redaktur pelaksana dapat melakukan tugas wartawan selain
menjabat tugas yang lain di perusahaan mereka.
6) Bidang
Pendukung Redaksi
Bagian yang tak kalah
pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan
dan Dokumentasi serta bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Litbang
memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan
masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk
pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
b.
Bagian Perusahaan
Secara umum, pemimpin perusahaan bertanggung jawab atas
kelangsungan perusahaan, terutama dari sisi finansial. Ia juga bertanggung
jawab atas ketersediaan dan terpeliharannya sumber daya. Menjalankan fungsi
pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya, terus berkoordinasi
dengan pemimpin redaksi dalam menjalankan kegiatannya yang berhubungan dengan
keredaksian, bertanggung jawab pada pemimpin umum. Pemimpin perusahaan dibantu
oleh unit kerja sebagai berikut:
1)
Manajer Umum
Terkait rumah tangga perusahaan, seorang pemimpin perusahaan
dibantu oleh menejer umum. Ia bertanggung jawab dalam mengurusi pengadaan dan
pemeliharaan barang, merchandise, dan sebagainya. Dalam melaksanakan tugasnya,
ia berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada
bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
2)
Manajer PSDM
Untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber daya manusia,
pemimpin perusahaan dibantu oleh seorang manajer PSDM (pengembangan sumber daya
manusia). Menejer ini bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan
SDM. Bertanggung jawab mengatur masalah rekruitmen, penilaian dan penghentian
karyawan, mengatur kebijakan libur, cuti, sakit, dan sebagainya. Dalam
melaksanakan tugasnya, ia berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat
mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
3)
Manajer Iklan
Seorang manajer iklan, yang bertugas membuat berbagai terobosan,
yang intinya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor yang
dikendalikannya. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang menejer iklan wajib
berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada
bagian lain sesuai porsinya masing-masing. Manajer iklan bertanggung jawab dengan iklan eksternal
yaitu iklan yang akan dipasang oleh konsumen disuatu koran lokal.
4) Manajer Promosi
Terkait masalah promosi,
pemimpin perusahaan juga dibantu oleh seorang menejer. Menejer promosi ini
bertanggung jawab membuat berbagai terobosan yang intinya dapat meningkatkan
citra produk dan perusahaan, yang pada akhirnya dapat mendongkrak pemasukan
baik dari sisi iklam maupun penjualan. Dan seperti yang lain, dalam
melaksanakan tugasnya, menejer promosi wajib berkoordinasi dengan bagian lain,
dan dapat mendelegasikan wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya
masing-masing. Manajer
proposi bertanggung jawab untuk kegiatan promosi perusahaan seperti iklan,
publisitas, spanduk logo dan lain-lain untuk membesarkan nama koran lokan
tersebut dan membangkitkan kepercayaan publik.
5) Manajer
Sirkulasi
Tugas penting lainnya yang
dibebankan pada pemimpin perusahaan adalah masalah sirkulasi. Karena itu, untuk
hal tersebut pemimpin perusahaan dibantu seorang menejer yang bertanggung jawab
atas penyebaran dan penjualan produk. Menejer ini harus mampu membuat berbagai
terobosan hingga produknya benar-benar tersebar di pasaran dan terjual baik di
tingkat eceran maupun pelanggan. Sementara dalam melaksanakan tugasnya, menejer
tersebut tetap harus berkoordinasi dengan bagian lain, dan dapat mendelegasikan
wewenangnya pada bagian lain sesuai porsinya masing-masing.
6)
Sekretaris Perusahaan
Bagian yang juga tak kalah penting harus ada adalah sekretaris
perusahaan. Melalui dirinya serangkaian surat-surat masuk dan keluar, melalui
dirinyalah semua rapat-rapat terkait perusahaan terkoordinasi dan terselenggara
dengan baik. Ia juga menjalankan fungsi-fungsi public relation, dan melakukan
beragam terobosan dengan tujuan menciptakan kenyamanan komunikasi, baik antara
karyawan dengan karyawan, karyawan dengan atasan, atau antara perusahaan dan
pihak lain.
B. Manajemen Redaksional Media Cetak
Manajemen redaksional adalah
proses pengelolaan materi
pemberitaan melalui
tahap-tahap perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,
dan pengawasan, yang mencakup proses peliputan, penulisan, sampai pada
penyuntingan (editing).
1.
Perencanaan
Tahap perencanaan adalah untuk menentukan isi berita esok hari dan
membahas berita-berita yang perlu ditindaklanjuti.
Proses pencarian dan penciptaan berita biasanya dimulai diruang
redaksi melalui rapat proyeksi atau rapat perencanaan berita. Hal ini perlu
dilakukan karena berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Contoh nyata dari perencanaan adalah salah
satu koran lokal yaitu Manado Post yang melakukan rapat redaksi tiga kali
seminggu yaitu senin, kamis dan saptu. Senin adalah rapat untuk perencanaan
selama seminggu dan rapat kamis untuk evaluasi tengah minggu dan rapat sabtu
untuk edisi minggu dan perencanaan minggu selanjutnya.
Setiap berita yang ditampilkan di koran lokal ini selalau
melalui rapat dan persetujuan dari pimpinan redaksi sehinga menghasilkan berita
yang terkontrol serta tidak menyalahi aturan dari manajemen mereka sendiri.
2. Pengorganisasian
Tahap ini merupakan
penyusunan struktur organisasi
dan pembagian tugas pekerjaan serta
penempatan orang berikut
jabatannya di dalam struktur organisasi.
Pada proses redaksional
terdapat staffing yang
berfungsi untuk melaksanakan
aktifitas redaksional atau menempatkan
orang-orang yang terlibat langsung ke
dala m unit kerja
bidang redaksional, yang
merupakan fungsi vital karena
menyangkut ‘sang pelaksana’.
3.
Penggerakan
Tahap penggerakan adalah
aktivitas yang menggerakan orang-orang untuk menghasilkan produk jurnalistik.
Tahap penggerakan meliputi:
a. Peliputan :
proses mencari berita (news hunting) atau meliput bahan berita dengan teknik
reportase, wawancara, dan riset kepustakaan.
b. Penulisan :
menggunakan teknik melaporkan (to report) yang merujuk pada pola piramida
terbalik dan mengacu pada 5W+1H.
c. Penyuntingan :
proses memperbaiki atau menyempurnakan tulisan supaya lebih logis, mudah
dipahami, dan tidak rancu, serta tetap memperhatikan fakta dan data agar
terjaga keakuratannya.
4.
Pengawasan
Tahap ini untuk
mmengetahui apakah pelaksanaan kerja telah sesuai dengan rencana semula atau
tidak. Tahap ini sangat penting untuk menjaga apakah rubric yang dibuat tidak
keluar jalur dan kaidah jurnalistik.
Sturktur manajemendi setiap media cetak berbeda satu sama
lain tergantung dengan kebijakan dan peraturan dari suatu media cetak. Media
cetak A berbeda dengan media cetak B. Selain itu manajemen dari koran berbeda
dengan manajemen tabloid dan majalah karena sasaran pasar sama tapi tujan
pemberitaan berbeda karena itu, setiap manajemen media cetak menyesuaikan
sessuai isi atau kotenten berita serta peratuan dan kebijakan perusahaan
masing-masing.
Terima kasih.
-Aghfi-